Sena, seorang pemuda miskin yang kehilangan harapan, masuk ke sebuah yayasan sosial
yang menjanjikan kehidupan layak bagi siapa pun yang tidak memiliki harapan hidup. Awalnya
tampak seperti yayasan sosial biasa. Namun lambat laun, ia menyadari bahwa keberuntungan
adalah hukum tertinggi di sana, siapa yang dilanda sial akan dihukum dan siapa yang
beruntung akan jadi pengadil. Untuk bertahan, ia harus memilih antara tetap menjadi manusia
atau menjadi alat kekerasan yang disucikan. Saat ia tak lagi bisa membedakan mana yang
benar dan mana yang perlu, demi bertahan hidup. Sejauh apa ia rela mengorbankan nuraninya
demi kehidupan yang layak?