Di tengah kota yang muram, rokok menjadi lebih dari sekedar kebiasaan, ia berubah
menjadi alat tukar, alat kekuasaan, dan simbol perbudakan. Semua bermula saat Said
dan Jamal mengeksploitasi Mo (Mountain) untuk mendapatkan dan memonopoli
rokok yang sangat didambakan oleh banyak orang. Di balik asap, kekerasan ,serta
penindasan yang timbul karena rokok, tersimpan hasrat manusia yang tak pernah
puas.