Azzam, anak laki-laki sembilan tahun lebih gemar
bermain daripada belajar agama, dikenal paling malas
datang ke TPQ. Tapi segalanya berubah sejak muncul
murid baru bernama Dewi, gadis manis dan rajin yang
diam-diam menarik perhatian Azzam. Kehadiran Dewi
membuat Azzam mendadak rajin ikut TPQ. Hal
tersebut disadari teman-teman Azzam. Azzam yang
malu spontan membuat pernyataan yang
mempermalukan Dewi karena gerakan sholat Dewi
berbeda. Tanpa Azzam sadari hal tersebut
menimbulkan kebingungan antar anak-anak di TPQ
hingga terjadi keributan. Setelah ustadz menjelaskan
bahwa perbedaan salat adalah hal wajar dalam
mazhab, Azzam menyesal dan meminta maaf. Dari
kejadian itu, ia belajar bahwa makna ibadah bukan soal
siapa yang paling benar, melainkan siapa yang paling
tulus pelajaran sederhana yang menumbuhkan cinta,
bukan hanya pada sesama, tapi juga pada Sang Pencipta.